25 September 2026

Dorong Produktivitas Giatja, Lapas Watampone Perdalam Budidaya Selada Hidroponik

Dorong Produktivitas Giatja, Lapas Watampone Perdalam Budidaya Selada Hidroponik
Watampone, INFO_PAS. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Watampone terus mendorong pengembangan kegiatan kerja (Giatja) yang produktif dan berkelanjutan melalui budidaya tanaman hidroponik sebagai bagian dari pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Upaya tersebut dilakukan melalui studi kunjungan budidaya di Hidroponik B-One, Jumat (25/9).

Dalam kunjungan tersebut, pegawai Lapas melakukan pengamatan langsung terhadap sistem budidaya hidroponik, khususnya tanaman selada. Berbagai aspek dipelajari, mulai dari persiapan sarana dan prasarana, teknik penanaman dan pemeliharaan, pemberian nutrisi, pengendalian hama dan penyakit, hingga proses pemanenan.

Selain pengamatan, pegawai juga berdiskusi dengan pengelola Hidroponik B-One mengenai teknik dan metode budidaya yang dapat diterapkan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan tanaman hidroponik pada Giatja Lapas Kelas IIA Watampone. Kunjungan ini sekaligus menjadi momentum untuk mengevaluasi pemanfaatan lahan, pengelolaan sarana prasarana, pemeliharaan tanaman, penggunaan nutrisi, serta peluang pengembangan kegiatan secara berkelanjutan.

Kepala Lapas Kelas IIA Watampone, Rahnianto, menyampaikan bahwa pengembangan budidaya selada hidroponik merupakan bagian dari upaya mendorong kegiatan kerja yang produktif sekaligus memberikan keterampilan kepada warga binaan sebagai bekal setelah menjalani masa pidana.

“Studi kunjungan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk terus mengembangkan Giatja agar semakin produktif dan memiliki nilai keberlanjutan. Melalui pembelajaran langsung di Hidroponik B-One, kami memperoleh berbagai pengetahuan dan pengalaman yang dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan pengelolaan hidroponik di Lapas Watampone,” ujar Rahnianto.

Ia menambahkan, pengembangan budidaya hidroponik tidak hanya berorientasi pada produktivitas, tetapi juga menjadi sarana bagi WBP untuk mendapatkan keterampilan yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal setelah menyelesaikan masa pidana.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif terhadap pembinaan kemandirian WBP. Keterampilan yang mereka peroleh selama mengikuti kegiatan kerja diharapkan dapat menjadi bekal yang bermanfaat ketika kembali ke tengah masyarakat,” lanjutnya.

Hasil studi kunjungan selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan dalam melakukan perbaikan serta pengembangan sarana maupun metode budidaya hidroponik di lingkungan Lapas Kelas IIA Watampone. Melalui pengembangan Giatja di bidang pertanian, Lapas berupaya meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan keterampilan praktis kepada WBP dalam budidaya tanaman dengan metode hidroponik.

Berbagai informasi serta masukan yang diperoleh menjadi dasar dalam mengoptimalkan pengelolaan budidaya hidroponik sekaligus mendorong Giatja Lapas Kelas IIA Watampone agar semakin produktif dan berkelanjutan.

Berita Lainnya